Penemuan-Penemuan Ini Membuktikan Teknologi Canggih Pernah Ada Jutaan Tahun Yang Lalu
| Reruntuhan Kuno (Foto : Pexels) |
Kita sebagai manusia yang hidup di zaman modern sekarang ini tentu bisa menyaksikan betapa perkembangan teknologi semakin hari semakin canggih.
Kita pun terus dibawa menuju puncak peradaban bersamaan dengan penemuan-penemuan teknologi terbaru dan era yang terus semakin moderen.
Namun, apakah peradaban kita sekarang ini benar-benar era tercanggih dalam sejarah peradaban manusia??
Menurut Master Li Hongzhi (pendiri Falun Gong) dalam buku Zhuan Falun, setidaknya sudah 81 kali peradaban di muka bumi ini di hancurkan.
Mitologi di seluruh dunia punya penjelasan yang sama, yaitu akibat kemerosotan moral manusia yang sudah tak terkendali, sehingga peradaban tersebut dihancurkan dan digantikan dengan peradaban baru oleh Sang Pencipta, dan begitulah seterusnya sampai dunia ini benar-benar kiamat.
Dari berbagai macam penelitian dan penemuan, diyakini bahwa ribuan hingga jutaan tahun yang lalu pernah ada peradaban yang teknologinya sama bahkan melebihi zaman kita sekarang ini.
Berikut penemuan-penemuan kuno dari ribuan, jutaan hingga miliaran tahun yang lalu yang akan membuat anda tercengang!
3 Penemuan Teknologi Kuno
1. Reaktor Nuklir Berusia 2 Miliar Tahun
| Oklo: Reaktor Nuklir Afrika Kuno (Credit & Copyright: Robert D. Loss, CEMS) |
Bermula dari tahun 1972, saat sebuah perusahan pengimpor biji mineral uranium dari Prancis, melakukan pengolahan di daerah Oklo, Republik Gabon, Afrika.
Mereka terkejut saat menyadari bahwa biji mineral uranium yang mereka impor ternyata mempunyai kandungan yang sama dengan hasil limbah dari reaktor nuklir mereka.
Hal itu merupakan sebuah indikasi kuat bahwa biji uranium di tempat tersebut sudah pernah diolah sebelumnya.
| Batu meleleh akibat panas dari reaksi fisi yang terjadi dalam lapisan uranium |
Para ilmuwan kemudian mendatangi Oklo untuk melakukan penelitian. Dari hasil riset mereka di sana, mereka menyimpulkan bahwa di tempat tersebut pernah ada reaktor nuklir kuno dari zaman pra sejarah.
Tidak tanggung-tanggung, reaktor ini mempunyai kapasitas lebih kurang 500 ton biji uranium dalam enam wilayah, dan bisa menghasilkan tenaga sebesar 100.000 watt dengan penangan limbah yang canggih menggunakan topografi alami dan tata letak yang bagus mengalahkan teknik penataan tambang reaktor nuklir zaman sekarang.
Menurut para ahli sesuai bukti data geologi, reaktor nuklir tersebut sudah berumur 2 miliar tahun dan sudah beroperasi selama 500 ribu tahun!
2. Perang Nuklir Mahabaratha (Baratayudha)
| Ilustrasi perang Mahabarata |
Pada tahun 2003, seorang arkeolog senior dari Amerika melakukan penelitian selama 8 tahun terhadap dugaan bahwa India di masa pra-sejarah pernah dilanda 2 perang besar dengan menggunakan senjata pemusnah massal menurut bukti-bukti yang ada.
Beliau meneliti narasumber kitab Weda dan Jain, yang ditulis oleh Pendeta Walmiki ribuan tahun yang lalu.
Ditemani tim dan rekan-rekannya, Dr. Rao dan teman-temannya dengan menggunakan alat canggih thermoluminenscence dating method (penjejak waktu) yang mampu menjejak keakuratan objek hingga milyaran tahun ke belakang.
Mereka meneliti tempat-tempat yang disebutkan dalam kitab Weda dan Jain, diantaranya : Indraprasta, Hastinapura, dan padang Khurusethra, bekas perang itu terjadi.
Mereka terkejut saat menemukan fakta bahwa tanah seluas itu tidak ditumbuhi tanaman apa pun karena sudah tercemar oleh radio aktif.
Mereka menemukan residu radio aktif pada sisa puing-puing bangunan dan sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan pada penelitian tersebut.
Dr. Indrajit, seorang ahli termonuklir mengatakan hal ini terjadi diduga akibat radiasi ledakan termonuklir skala besar dalam peperangan tersebut.
Dari terjemahan bebas Weda, diceritakan suasana perang dahsyat itu terjadi, berikut kutipannya :
”Arjuna gagah berani, duduk di atas Vimana (kendaraan terbang). Kemudian mengangkat gendewa lalu meluncurkan sebatang anak panah (rudal?) yang dapat mengakibatkan sekaligus melepaskan nyala api yang memancar terang di atas wilayah musuh.
Curahan apinya bagaikan hujan yang lebat dan deras, mengepung musuh dengan kekuatan yang maha dahsyat. Setelah panah itu mengenai sasarannya, dalam sesaat sebuah bayangan yang tebal dengan sangat cepat terbentuk seperti cendawan raksasa merekah di atas wilayah kurawa.
| Ilustrai Ledakan Nuklir Mahabarata (Foto : Pixabay) |
Angkasa berubah jadi gelap gulita, semua kompas yang ada jadi tidak berfungsi dalam kegelapan, lalau badai angin yang sangat dahsyat mulai bertiup disertai dengan debu pasir .
Burung-burung bercicit panik seakan-akan langit runtuh dan bumi gonjang-ganjing. Sementara itu di atas langit, matahari seakan-akan bergoyang, panas yang sangat membara memancarkan udara mengerikan, membuat bumi jadi berguncang, dan gunung-gunung juga bergoyang.”
“Di daerah dataran yang luas, banyak binatang mati hangus terbakar dan berubah bentuk. Air sungai menjadi kering kerontang, ikan, udang dan hewan laut lainnya, semuanya mati.”
“Saat panah meledak, suaranya bagaikan halilintar (panah meledak? apakah roket atau rudal?), membuat prajurit musuh berjatuhan bagaikan batang pohon yang terbakar hangus. Senjata Arjuna tersebut menyebabkan badai api, diikuti ledakan yang maha dahsyat yang menyebarkan debu beracun (debu yang beracun? atau radio aktif?).”
Menurut hasil penelitian yang dilakukan di sekitar tepian sungai Gangga, India, sisa-sisa puing yang telah menjadi batu hangus berhasil ditemukan oleh para arkeolog di hulu sungai Gangga tersebut. Puing-puing batu tersebut telah mengalami peleburan.
Anehnya peleburan tersebut diperkirakan harus dengan suhu minimal 1.800 C. Para peneliti berpendapat bahwa bebatuan tersebut dapat melebur hanya dengan ledakan nuklir yang luar biasa.
3. Misteri Benua Atlantis
| Ilustrai Peradaban Kuno Atlantis (Foto : Dictio.id) |
Benua Atlantis merupakan sebuah pulau besar yang dikabarkan sebagai sebuah benua yang mempunyai peradaban modern. Atlantis pertama kali dibicarakan oleh Plato, seorang filsuf Yunani kuno pada tahun 427-437 dalam buku yang ditulisnya, Critias Timaeus.
Peradaban Atlantis menyebar dari Eropa hingga Afrika, mempunyai banyak tambang emas, pelabuhan dan pemukiman moderen. Plato menceritakan dalam bukunya, bahwa pulau Atlantis lenyap setelah terjadi bencana gempa saat akan berperang melawan Athena.
Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk membuktikan keberadaan benua Atlantis ini, karna Plato sendiri mengakui ceritanya itu merupakan cerita turun temurun yang mana Atlantis sudah tenggelam sejak 11.150 tahun dari zamannya.
Suatu hari di tahun 1968, tiba-tiba lautan kepulauan Florida yang berada di samudra Atlantik berubah jadi sangat bening sehingga dasarnya bisa terlihat.
Momen tersebut dimanfaatkan oleh banyak penyelam lalu kemudian melakukan penyelaman. Dan hasilnya mereka menemukan sebuah jalan panjang di dasar lautan yang disusun oleh batu balok persegi.
| Ilustrasi Penemuan Atlantis (Foto : Istimewa) |
Selanjutnya pada tahun 1970-an, penelitian dilakukan terhadap jalan yang ditemukan para penyelam tersebut dengan melakukan pengeboran sedalam 800 M.
Akhirnya mereka menyimpulkan bahwa jalan tersebut memang mirip dengan apa yang diceritakan Plato dalam bukunya.
Sayangnya, penelitian tersebut belum cukup menjadi bukti keberadaan Atlantis, sehingga sampai sekarang Benua Atlantis yang hilang tetap jadi misteri.
4. Pipa Besi Kuno Misterius Di Cina
| Pipa Besi Kuno Di China |
Penemuan beberapa pipa besi kuno di wilayah tidak berpenghuni sekitar Gunung Baigong, Provinsi Qinghai bagian barat, China, telah mengejutkan banyak ilmuwan. Selain beberapa pipa besi, struktur aneh berbentuk piramida juga ditemukan di sana.
Setelah penemuan itu, Beijing Institute of Geology kemudian menganalisa pipa yang ditemukan di gunung Baigong tersebut dengan menggunakan teknik yang disebut thermoluminescence (menjejak waktu).
Dengan menggunakan metode ini memungkinkan untuk menentukan kapan pipa tersebut terakhir kali mengalami suhu yang sangat tinggi.
Dari hasil analisa para peneliti didapatkan hasil mengejutkan, pipa-pipa tersebut ternyata telah dibuat sejak 150.000 tahun yang lalu.
Tentu saja hasil penelitian tersebut sangat membingugkan para peneliti dan ilmuwan, karena dari sejarah yang umum diketahui selama ini, pada zaman itu manusia sama sekali belum mengenal logam.
Hasil penelitian mencengangkan lainnya adalah, analisis yang dilakukan langsung oleh para ilmuan, meskipun diketahui pipa tersebut terdiri dari oksidasi besi, silikon dioksida dan kalsium oksida, namun 8% juga berisi bahan aneh yang belum diketahui.
Berbagai teori telah diupayakan untuk mencari penjelasan siapa yang bisa membangun pipa – pipa secanggih ini dan untuk apa pipa-pia tersebut dibuat.
Diantaranya menyatakan bahwa sebuah perabadan manusia maju telah membangun fasilitas yang digunakan sebagai alat pendinginan, seiring waktu berlalu, yang tersisa saat ini hanyalah bekas pipa – pipa aneh yang menuju ke danau.
Tapi fakta yang ditemukan berkata lain, ternyata air di danau tersebut adalah air asin. Jawaban yang cukup potensial untuk fenomena tersebut adalah elektrolisis. Saat arus listrik mengalir melewati air asin, maka hal tersebut akan mengurai air menjadi zat hidrogen dan oksigen.
Pesawat-pesawat terbang yang beroperasi di zaman modern seperti saat ini pastilah memiliki produk sejenis itu, kesimpulannya pipa-pipa tersebut dibangun untuk kepentingan penerbangan.
Namun, penjelasan-penjelasan tersebut hanyalah sebatas teori dan spekulasi semata, sampai saat ini tidak diketahui siapa yang membangun pipa-pipa berumur ribuan tahun tersebut dan untuk apa mereka dibuat.